Welcome To My Blog

Laman

Sabtu, 19 Februari 2011

SISTEM EKONOMI - Prinsip Dasar, Ciri-ciri, Kelemahan dan Kelebihan Ekonomi Sosialis -

PRINSIP DASAR EKONOMI SOSIALIS

Dalam sistem ekonomi sosialisme mempunyai beberapa prinsip dasar sebagai  berikut:

1) Pemilikan Harta oleh Negara
Seluruh bentuk produksi dan sumber pendapatan menjadi milik masyarakat secara keseluruhan. Hak individu untuk memiliki harta atau memanfaatkan produksi tidak diperbolehkan.

2) Kesamaan Ekonomi
Sistem ekonomi sosialis menyatakan, (walaupun sulit ditemui disemua Negara komunis) bahwa hak-hak individu dalam suatu bidang ekonomi ditentukan oelh prinsip kesamaan. Setiap individu disediakan kebutuhan hidup menurut keperluan masing-masing.

3) Disiplin Politik
Untuk mencapai tujuan diatas, keseluruhan Negara diletakkan dibawah peraturan kaum buruh, yang mengambil alih semua aturan produksi dan distribusi. Kebebasan ekonomi serta hak kepemilikan harta dihapus. Aturan yang diperlakukan sangat ketat untuk lebih menggefektifkan praktek sosialisme. Hal ini yang menunjukkan tanpa adanya upaya yang lebih ketat mengatur kehidupan rakyat, maka keberlangsungan system sosialis ini tidak akan berlaku ideal sebagaimana dicita-citakan oleh Marx, Lenin dan Stalin.

CIRI- CIRI EKONOMI SOSIALIS

Berikut beberapa ciri-ciri dari Ekonomi Sosialis :

1. Lebih Mengutamakan Kebersamaan (Kolektivisme)
Artinya masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial, sebagai individu-individu fiksi belaka. Dan tidak adanya pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis.

2. Peran Pemerintah Sangat Kuat
Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan. Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara.

3. Sifat Manusia Ditentukan Oleh Pola Produksi
Artinya Pola produksi (aset dikuasai masyarakat) melahirkan kesadaran kolektivisme (masyarakat sosialis) dan Pola produksi (aset dikuasai individu) melahirkan kesadaran individualisme (masyarakat kapitalis)

KELEMAHAN DAN KELEBIHAN EKONOMI SOSIALIS

Sistem Ekonomi Sosialis mempunyai kelemahan sebagai berikut :

1) Sulit melakukan transaksi
Tawar-menawar sangat sukar dilakukan oleh individu yang terpaksa mengorbankan kebebasan pribadinya dan hak terhadap harta milik pribadi hanya untuk mendapatkan makanan sebanyak dua kali. Jual beli sangat terbatas, demikian pula masalah harga juga ditentukan oleh pemerintah, oleh karena itu stabilitas perekonomian Negara sosialis lebih disebabkan tingkat harga ditentukan oleh Negara, bukan ditentukan oleh mekanisme pasar.

2) Membatasi kebebasan
System tersebut menolak sepenuhnya sifat mementingkan diri sendiri, kewibawaan individu yang menghambatnyadalam memperoleh kebebasan berfikir serta bertindak, ini menunjukkan secara tidak langsung system ini terikat kepada system ekonomi dictator. Buruh dijadikan budak masyarakat yang memaksanya bekerja seperti mesin.

3) Mengabaikan pendidikan moral
Dalam system ini semua kegiatan diambil alih untuk mencapai tujuan ekonomi, sementara pendidikan moral individu diabaikan. Dengan demikian, apabila pencapaian kepuasan kebendaan menjadi tujuan utama dan nlai-nilai moral tidak diperhatikan lagi

Adapun kebaikan-kebaikan dari Sistem Ekonomi Sosialis adalah :

1) Disediakannya kebutuhan pokok
Setiap warga Negara disediakan kebutuhan pokoknya, termasuk makanan dan minuman, pakaian, rumah, kemudahan fasilitas kesehatan, serta tempat dan lain-lain. Setiap individu mendapatkan pekerjaan dan orang yang lemah serta orang yang cacat fisik dan mental berada dalam pengawasan Negara.

2) Didasarkan perencanaan Negara
Semua pekerjaan dilaksanakan berdasarkan perencanaan Negara Yang sempurna, diantara produksi dengan penggunaannya. Dengan demikian masalah kelebihan dan kekurangan dalam produksi seperti yang berlaku dalam System Ekonomi Kapitalis tidak akan terjadi.

3) Produksi dikelola oleh Negara
Semua bentuk produksi dimiliki dan dikelola oleh Negara, sedangkan keuntungan yang diperoleh akan digunakan untuk kepentingan-kepentingan Negara.



SISTEM EKONOMI - EKONOMI SOSIALIS -

EKONOMI SOSIALIS

Pengertian Ekonomi Sosialis

Sistem Ekonomi Sosialis adalah suatu Sistem ekonomi dengan kebijakan atau teori yang bertujuan untuk memperoleh suatu distribusi yang lebih baik dengan tindakan otoritas demokratisasi terpusat, dan kepadanya perolehan produksi kekayaan yang lebih baik daripada yang kini berlaku sebagaimana mestinya diarahkan.

Sistem Sosialis ( Socialist Economy) Sistem Sosialis berpandangan bahwa kemakmuran individu hanya mungkin tercapai bila berfondasikan kemakmuran bersama. Sebagai Konsekuensinya, penguasaan individu atas aset-aset ekonomi atau faktor-faktor produksi sebagian besar merupakan kepemilikan sosial.

Sejarah Lahirnya Ekonomi Sosialis

Sistem Ekonomi Sosialis mempunyai tujuan kemakmuran bersama, filosofi ekonomi sosialis adalah
bagaimana mendapatkan kesejahteraan, perkembangan sosialisme dimulai dari kritik terhadap kapitalisme yang pada waktu itu kaum kapitalisme atau kaum borjuis mendapat legitimasi gereja untuk mengeksploitasi buruh. Inilah yang menjadikan Karl Marx mengkritik sistem kapitalis sebagai ekonomi yang tidak sesuai dengan aspek kemasyarakatan.
Menurut Karl Max, tidak ada tempat bagi kapitalisme didalam kehidupan, maka upaya revolusioner harus dihancurkan untuk mengahncurkan kapitalisme, alat-alat produksi harus dikuasai oleh Negara guna melindungi rakyat. Kritik Marx atas kapitalisme ini diimplementasikan oelh Lenin dalam bentuk institusi Negara. Pada awal mulanya Lenin mengutarakan beberapa hal yang harus dilakukan untuk mensosialisasikan paham baru kepada masyarakat Rusia setelah jatuhnya pemerintahan lama antara lain : 
                   Pertama, menggunakan propaganda bahwa komunisme adalah partai rakyat. 
                   Kedua, adanya infiltrasi organisasi-organisasi masyarakat, dan 
                  Ketiga, kekerasan, hal itu dilakukan untuk mengembangkan idiologi Lenin dalam masyarakat yang harus dimerdekakan dari penindasan pasar Rusia.

Adapun ajaran dari Marx dalam bidang ekonomi adalah :
· Teori nilai lebih
· Teori pemusatan (consentrate theori)
· Teori pemupukan
· Teori pemiskinan
· Teori krisis
Kelima teori diatas merupakan suatu rangakaian yang saling berhubungan dan merupakan prediksi tentang “evolusi alamiah” kapitalisme menuju sosialisme.


Sabtu, 12 Februari 2011

SISTEM EKONOMI - EKONOMI PANCASILA -

CIRI- CIRI EKONOMI PANCASILA

Sistem Ekonomi Pancasila memiliki empat ciri yang menonjol, yaitu :
1. Yang menguasai hajat hidup orang banyak adalah negara / pemerintah. Contoh hajad hidup orang banyak yakni seperti air, bahan bakar minyak / BBM, pertambangan / hasil bumi, dan lain sebagainya.

2. Peran negara adalah penting namun tidak dominan, dan begitu juga dengan peranan pihak swasta yang posisinya penting namun tidak mendominasi. Sehingga tidak terjadi kondisi sistem ekonomi liberal maupun sistem ekonomi komando. Kedua pihak yakni pemerintah dan swasta hidup beriringan, berdampingan secara damai dan saling mendukung.

3. Masyarakat adalah bagian yang penting di mana kegiatan produksi dilakukan oleh semua untuk semua serta dipimpin dan diawasi oleh anggota masyarakat.

4. Modal atau pun buruh tidak mendominasi perekonomian karena didasari atas asas kekeluargaan antar sesama manusia.

Dalam Demokrasi Ekonomi yang berdasarkan Pancasila, harus dihindarkan ciri-ciri negatif seperti berikut ini:
1. Sistem Ekonomi Liberal yang bebas. Artinya, sistem ekonomi yang menumbuhkan eksploitasi atau pemerasan terhadap manusia dan bangsa lain. Dalam sejarahnya, sistem ekonomi liberal yang bebas di Indonesia telah menimbulkan kelemahan posisi Indonesia dalam ekonomi dunia.
2. Sistem Ekonomi Komando. Artinya, negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan, mendesak, dan mematikan potensi serta daya kreasi unit-unit ekonomi swasta.
3. Persaingan Tidak Sehat, serta pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu kelompok atau monopoli yang merugikan masyarakat.
    
Dalam sistem Ekonomi Pancasila perekonomian liberal maupun komando harus dijauhkan karena terbukti hanya menyengsarakan kaum yang lemah serta mematikan kreatifitas yang potensial. Persaingan usaha pun harus selalu terus-menerus diawasi pemerintah agar tidak merugikan pihak-pihak yang berkaitan.
   
Ekonomi Pancasila mempunyai sistem dan moral tersendiri yang bisa dikenali, dan sifat-sifat sistem serta moral ekonomi Pancasila telah melandasi atau menjadi pedoman aneka perilaku ekonomi perorangan, kelompok-kelompok dalam masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan negara. Sistem serta moral yang dimaksud bersumber pada ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Kelima sila dalam Pancasila menggambarkan secara utuh semangat kekeluargaan(gotong royong ) dalam upaya mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat dan masyarakat Indonesia.
   
Ekonomi Indonesia lebih menonjol sebagai ekonomi moral bukan ekonomi yang terlalu rasional. Ekonomi Pancasila menjunjung tinggi asas keadilan sosial bagi seluruh rakyat, rupanya apabila harus memilih antara keadilan sosial dan efisiensi, kita akan cenderung mengorbankan efisiensi. Efisiensi sebagai lawan keadilan rupanya analog dengan dilema (trade off) antara pertumbuhan dan pemerataan. Masyarakat Indonesian cukup cepat bereaksi menginginkan pemerataan pada waktu Pelita I berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi, yang kemudian ternyata diikuti meningkatnya ketimpangan ekonomi yang menyolok.
   
Kiranya jelas bahwa Ekonomi Pancasila harus kita akui sudah melekat pada sistem nilai dan budaya bangsa Indonesia. Meskipun kita secara terbuka ingin mengikis habis sifat-sifar irrasional yang tercermin dalam efisiensi dan produktifitas yang rendah, pada akhirnya kita menghadapi "tantangan" berupa moral ekonomi bangsa yang tidak sepenuhnya bersifat negatif. Dalam hati nurani sebagai bangsa masih selalu terselip perasaan was-was, jika pengambilan pilihan yang semata-mata rasional justru akan merugikan dalam jangka panjang dan akhirnya akan kita sesali.



Rahardja,Prathama. dan Mandala Manurung, Pengantar Ilmu Ekonomi. Jakarta:Lembaga Penerbit FEUI, 2008

SISTEM EKONOMI- EKONOMI PANCASILA-

EKONOMI PANCASILA DITELITI DARI DALAM DAN PELAKSANAAN SILA-SILA PANCASILA DALAM EKONOMI

Meskipun dasar negara Indonesia adalah Pancasila, namun ironisnya sistem perekonomian yang selama ini berlangsung tidaklah bersumber darinya. Setelah dicengkeram sistem ekonomi komando di era Orde Lama yang bercorak sosialisme, berikutnya perekonomian Indonesia menganut sistem ekonomi pasar yang bercorak kapitalisme di era Orde Baru. Jeratan kapitalisme pun semakin menguat seiring derasnya paham ekonomi neoliberal yang datang melalui agen-agen kapitalisme global seperti World Bank dan IMF setelah Indonesia mengalami krisis moneter.

Dalam perjalanan republik ini, bisa dikatakan telah terjadi penelikungan sistem ekonomi nasional sehingga Pancasila sebagai dasar negara belum sepenuhnya menjiwai sistem perekonomian negara ini, baik oleh aktor eksternal yang dimotori  oleh World Bank dan IMF maupun oleh aktor internal yaitu pemerintah melalui serangkaian kebijakan ekonominya yang bersifat neoliberal dan kalangan intelektual ekonomi dengan pemikiran-pemikirannya.

Dalam prakteknya, menurut Mubyarto (Kepala PUSTEP UGM), fakultas ekonomi sebagai gudang pemikiran ilmu ekonomi telah menyumbang 3 dosa dalam pengajarannya yang berperan memperparah marginalisasi Ekonomi Pancasila, yaitu:
(1)       bersifat parsial dalam mengajarkan ajaran ekonom klasik Adam Smith. Konsep Smith tentang Manusia Sosial (homosocius, tahun 1759) dilupakan atau tidak diajarkan, sedangkan ajaran berikutnya pada tahun 1776 (manusia sebagai homoeconomicus) dipuja-puji secara membabi buta.
(2)       metode analisis deduktif dari teori ekonomi neoklasik diajarkan secara penuh, sedangkan metode analisis induktif diabaikan. Hal demikian bertentangan dengan pesan Alfred Marshall dan Gustave Schmoller, dua tokoh teori ekonomi neoklasik, untuk memakai dua metode secara serentak laksana dua kaki.
(3)       ilmu ekonomi menjadi spesialistis dan lebih diarahkan untuk menjadi ilmu ekonomi matematika. Menurut Kenneth Boulding dalam Economic as A Science, ilmu ekonomi dapat dikembangkan menjadi salah satu atau gabungan dari cabang-cabang ilmu berikut: (a) ekonomi sebagai ilmu sosial (social science); (b) ekonomi sebagai ilmu ekologi (ecological science); (c) ekonomi sebagai ilmu perilaku (behavioral science); (d) ekonomi sebagai ilmu politik (political science); (e) ekonomi sebagai ilmu matematika (mathematical science); dan (f) ekonomi sebagai ilmu moral (moral science) 

Sebagai sebuah gagasan besar, Ekonomi Pancasila sebagai sistem ekonomi bukan-bukan, bukan kapitalisme juga bukan sosialisme, menawarkan harapan berupa sistem perekonomian alternatif yang bersifat komprehensif integral bagi jutaan masyarakat Indonesia demi mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana termaktub dalam Alinea IV Pembukaan UUD 1945.
Dalam konteks inilah kemudian diperlukan adanya reformasi tidak saja dalam tataran implementasi kebijakan perekonomian selama ini, namun juga transformasi pola pikir dari ekonomi neoliberal yang dominan untuk menjadi lebih berkemanusiaan dan berkeadilan sosial yang dijiwai nilai-nilai Pancasila. Bukan hal yang mustahil jika kelak istilah Hattanomics menjadi ikon Ekonomi Pancasila dan bisa menggeser dominasi perspektif Reagenomics dan Thatcherisme- ikon utama gagasan Ekonomi Neoliberal.

Pancasila sebagai dasar negara, maka sila-sila yang terdapat pada Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan ekonomi bangsa, negara, dan masyarakat sebagai berikut:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa. Menunjukkan bahwa pola perekonomian digerakkan oleh rangsangan-rangsangan ekonomi, sosial, dan moral yang sangat tinggi, yaitu moral manusia yang beragama sehingga para pelaku ekonomi tidak akan semena-mena karena adanya pengawas tunggal, yaitu Tuhan Yang Maha Esa.
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Ada khendak kuat dari seluruh masyarakat untuk mewujudkan pemerataan-pemerataan sosial (egalitarian), sesuai asas-asas kemanusiaan.
3. Persatuan Indonesia. Prioritas kebijaksanaan ekonomi adalah penciptaan perekonomian nasional yang tangguh. Ini berarti nasionalisme menjiwai setiap kebijaksanaan ekonomi.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Koperasi merupakan sokoguru perekonomian dan merupakan bentuk paling konkrit dari usaha bersama.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Hal ini menunjukkan pada adanya imbangan yang jelas dan tegas antara perencanaan di tingkat nasional dan desentralisasi dalam pelaksanaan kebijaksanaan ekonomi untuk mencapai keadilan ekonomi dan keadilan sosial.

Aturan main yang diturunkan dari setiap sila dalam Pancasila kita bisa melihat sejauh mana aturan main tersebuttelah bisa ditegakkan dalam masyarakat. Misalnya dalam sila Persatuan Indonesia kita bisa meneliti setiap kasus kebijakan ekonomi yang khendak diambil, apakah akan membantu atau tidak pada peningkatan ketangguhan atau ketahanan ekonomi nasional. lebih spesifik lagi bisa diambil contoh apakah setiap utang baru atau kerja sama ekonomi dengan negara lain bisa membantu atau sebaliknya mengancam ketangguhan dan ketahanan ekonomi nasional.

SISTEM EKONOMI - EKONOMI PANCASILA -

EKONOMI PANCASILA


Pengertian Ekonomi Pancasila 

 

Ekonomi Pancasila merupakan ilmu ekonomi kelembagaan (institutional economics) yang menjunjung tinggi nilai-nilai kelembagaan Pancasila sebagai ideologi negara, yang kelima silanya, secara utuh maupun sendiri-sendiri, menjadi rujukan setiap orang Indonesia. Jika Pancasila mengandung  5 asas, maka semua substansi sila Pancasila yaitu (1) etika, (2) kemanusiaan, (3) nasionalisme, (4) kerakyatan/demokrasi, dan (5) keadilan sosial, harus dipertimbangkan dalam model ekonomi yang disusun. Kalau sila pertama dan kedua adalah dasarnya, sedangkan sila ketiga dan keempat sebagai caranya, maka sila kelima Pancasila adalah tujuan dari Ekonomi Pancasila. 

 

Disinilah perlunya menengok ulang pemikiran Adam Smith yang 17 tahun sebelum menulis karyanya Inquiry Into The Nature and Causes of The Wealth of Nations (1776) yang kemudian menjadi “kitab suci” ideologi kapitalisme, telah menulis The Theory of Moral Sentiments (1759). Di dalam karya terdahulunya, terdapatlah ajaran asli Bapak Ilmu Ekonomi ini bahwa ilmu ekonomi sama sekali tidak bisa lepas dari faktor-faktor etika dan moral. Dalam buku ini, Smith mencoba mengembangkan ilmu ekonomi yang tidak saja bermoral namun juga mendesain aspek kelembagaannya. Dari sinilah keberadaan Ekonomi Pancasila paralel dengan pemikiran Smith.

           

Menurut Boediono (mantan Menkeu RI), sistem Ekonomi Pancasila dicirikan oleh lima hal sebagai berikut:
(1)       Koperasi adalah sokoguru perekonomian nasional
(2)       Manusia adalah “economic man” sekaligus “social and religious man”.
(3)       Ada kehendak sosial yang kuat ke arah egalitarianisme dan kemerataan sosial.
(4)       Prioritas utama kebijakan diletakkan pada penyusunan perekonomian nasional yang tangguh.
(5)       Pengandalan pada sistem desentralisasi dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan ekonomi, diimbangi dengan perencanaan yang kuat sebagai pemberi arah bagi perkembangan ekonomi seperti yang dicerminkan dalam cita-cita koperasi.

Selasa, 28 Desember 2010

MENGENAL, MEMAHAMI (MENGANALISIS) DIRI SENDIRI

    DIRI SENDIRI (MY SELF)

    Mengenal diri sendiri, ini kata-kata yang sering kita ucapkan dan kita dengar. Namun tidak semua manusia mampu memahami maksud dan apa sebeneranya tujuan dari kita memahami dan mengenal diri sendiri. Mengenal diri kita sendiri yang sejati sesungguhnya akan memberikan manfaat. Kita dapat mengetahui apa kelebihan, kekurangan, apa yang kita senangi, apa yang tidak kita senangi dan masih banyak lagi. Disini saya akan menguraikan siapa diri saya, bagaimana pribadi saya.

    Saya I Gusti Ayu Prema Cintya Virayasti, temen- teman biasa memanggil saya Gusti atau Cintya. Saya putri pertama dari 4 bersaudara dari Ayah Ibu I Gusti Ngurah Wirata dan I Gusti Ayu Sri Vidyastuti. Saya seorang mahasiswi Universitas Gunadarma, Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi. Semua keluarga besar, orang tua dan adik-adik saya menetap di Bali. Di kota Jakarta ini saya meneruskan study, melanjutkan pendidikan di Jakarta merupakan salah satu dari cita-cita saya. Di jakarta saya tinggal bersama kakek, nenek dari Ibu tepatnya didaerah srengsengsawah, jagakarsa.
    Selain ingin melanjutkan kuliah di jakarta, cita-cita saya adalah bisa bekerja di sebuah bank milik negara salah satunya ( Bank Indonesia), menjadi salah satu pegawai dari  instansi tersebut. Dengan bekerja, saya juga ingin membiayai uang sekolah adik-adik, tanpa harus memberatkan orang tua lagi. Semua uang pendidikan adik-adik menjadi tanggung jawab saya.Untuk mewujudkan cita-cita ini dibutukan kerja keras dan ketekunan. Di dalam diri saya ini terdapat kekuatan dan kelemahanya. Kekuatan kita jadikan sebagai peluang untuk meraih cita-cita, namun kelemahan bukan berarti tidak bisa dijadikan pedoman untuk meraih cita-cita kita, melainkan kelemahan yang kita miliki harus terus kita latih agar  kelemahan atau kekurangan juga dapat menjadi bagian dari kekuatan kita. Seperti pepatah mengatakan, "Jadikanlah Kelemahanmu Sebagai Kelebihanmu".

    Selama ini saya selalu belajar untuk mengenali apa kekuatan dan kelemahan yang pada pribadi saya. Saat ini kekuatan saya, saya bisa bekerja dibawah tekanan, saya mampu bekerja dengan baik. Karena hobi saya memang menyukai kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan rumah. Saya akan mengerjakan semua tugas-tugas yang diberikan tanggung jawab kepada saya sepenuh hati. Dapat bekerja dengan baik, dapat bekerja dibawah tekanan itulah bagian dari kekuatan saya.Tak lengkap rasanya jika dalam diri kita ada kekuatan namun tidak ada kekurangan. Kekurangan saya ada pada bidang hitung-menghitung. Dalam hitung-menhitung butuh dipelajari berulang kali. Harus dipahami hati-hati. Saya merasakan, saya belajar hitung-menghitung dengan hati, jadi jika ada mata kuliah berhitung saya harus memperhatikan dengan baik. Selain itu kelemahan saya juga senang menunda-nuda waktu. Saya sadari ini tidak baik, namun saat ini saya sedang belajar untuk menjadikan semua kelemahan saya menjadi potensi atau kelebihan dalam diri ini.
    Setelah saya mengetahui dimana kekuatan dan kelemahan saya, saya akan menguraikan ada beberapa peluang atau kesempatan yang ada untuk saya raih sesuai dengan potensi yang saya miliki. Potensi yang saya miliki seperti dapat bekerja dibawah tekanan, saya dapat meraih peluang dimana saya dapat bekerja di instansi pemerintah manapun, dapat ditempatkan dimanapun.

    Demikianlah sekilas tentang diri saya. Jika ada dari Anda semua yang belum mampu mengungkap siapa diri sejati atau mampu mengenal dan memahami diri ini, bergegaslah mengenal dan memahami diri ini. Saya juga masih terus belajar mengenali dan memahami siapa diri saya ini. Raih cita-cita kita dengan jalan mengenal diri kita sendiri.

Sabtu, 25 Desember 2010

ARTI SEBUAH SUKSES

SUKSES

    Sukses, semua orang pasti ingin mencapai tahap ini. Baik di kalangan remaja, dewasa atau profesi dokter, mahasiswa, pengusaha dan lain sebagainya juga ingin mencapai sebuah kesuksesan dalam karirnya.Banyak kata, pandangan yang dapat kita definisikan tentang arti sukses. Setiap orang mempunyai definisi sukses yang berbeda-beda. Sukses dapat dinilai dari segala sudut, bentuk dan bidangnya.

    Sukses itu tidak hanya dicapai melalui kerja keras, tekun, ulet, pantang menyerah dan berdoa. Namun kesuksesan juga dipengaruhi berbagai faktor internal dan faktor eksternal yang juga mempunyai peranan penting dalam mencapai sukses. Lingkungan internal contohnya situasi keluarga kita. Situasi keluarga dimana keluarga kita selalu hidup dengan penuh kedamaian, mendukung apapun yang kita lakukan, menasehati dan menghargai apapun tindakan yang kita putuskan, intinya selalu ada untuk kita mendukung segala sesuatunya, dapat saling menghargai dan mengerti satu   sama lain. Situasi seperti inilah sukses dapat dicapai, adanya hubungan harmonis dan timbal balik antara anggota keluarga. Dan sebaliknya, jika lingkungan keluarga kita tidak mendukung, mensuport  pekerjaan apapun yang kita lakukan, alhasil keadaan seperti ini hanya menunda kesuksesan untuk kita. Lingkungan eksternal,seperti  lingkungan pergaulan kita mempengaruhi jalan sukses yang akan kita capai. Lingkungan pergaulan yang terbiasa dengan bermalas-malasan, selalu menunda-nuda pekerjaan apapun, menanamkan hal-hal negatif pada diri kita membuat diri kita juga mengikuti kebiasaan seperti itu, lain hal dengan lingkungan pergaulan kita yang terbiasa menanamkan sikap-sikap disiplin dan bekerja keras, teman-teman yang bisa memotivasi antar teman lainnya, inilah lingkungan pergaulan yang baik untuk menuju sukses. Jadi tidak hanya dengan bekerja keras dan doa namun situasi lingkungan internal dan eksternal juga mempunyai pengaruh yang besar dalam mencapai sukses.

    Kesuksesan yang akan kita gapai tentunya butuh pengorbanan yang begitu besar. Pasti akan banyak tantangan yang akan menghampiri jalan kesuksesan kita. Tetapi janganlah kita mudah menyerah begitu saja, disaat kita sedang menghadapi semua tantangan itu, teruslah berjuang. Pernahkah Anda semua mendengar cerita tentang THOMAS ALFA EDISON penemu bola lampu. Lampu-lampu yang menerangi rumah kita saat ini adalah hasil kerja keras dari beliau. Beliau dalam menenmukan bola lampu ini penuh dengan perjuangan, kegagalan. Beratus-ratus kali kegagalan menghampirinya namun beliau tidak mudah menyerah. Beliau terus melakukan penemuanya. Bagi beliau ribuan kegagalan mnurut orang lain tp bagi beliau, itu adlh ribuan jejak yg brhasil beliau lewati utk sampai di puncak pencapaian. Begitu juga dengan kita, jangan takut jika kita dihadapkan pada sebuah kegagalan, tetap semangat dan berjiwa besar. Seperti yang diungkapkan Thomas Alfa Edison "Ribuan Kegagalan adalah Ribuan Jejak untuk Sampai pada Puncak".

    Bagi saya arti sukses arti sukses adalah suatu keadaan dimana kita mencapai titik terakhir dalam menyelesaikan sesuatu. Semua yang dikerjakan dapat deselesaikan secara tepat waktu dan baik. Seperti, menyelesaikan tugas mata kuliah secara tepat waktu dan dengan hasil yang memuaskan, dan kuliah selama satu semester dengan IPK yang memuaskan. Itu juga dapat dikatakan sukses. Sukses tidak berarti kita sudah bekerja dapat menghasilkan uang, melainkan dapat mengerjakan sesuatu dengan baik itu bagi saya sudah dapat dikatakan sukses. Lain lagi dengan teman-teman dan kerabat saya yang memiliki arti sukses tersendiri, berikut pandangan mereka masing-masing :
  • Setiap orang memiliki harapan, sebagai bagian dari aspek psikologisnya sebagai manusia dari unsur id. Dan untuk mencapai harapan itu, manusia kemudian melakukan usaha melalui pikiran dengan belajar menciptakan konsep-konsep atau ide, melalui kata-kata dengan belajar menggunakan kekuatan kata-kata untuk memitivasi diri dan orang lain, serta dengan  perilaku atau tindakan fisik, yang semuanya mengarah pada satu tujuan yakni agar dapat membantu tercapainya sesuati atau keadaan atau status yang menjadi harapan tersebut. Jadi, kesuksesan itu ada beberapa tahapan; sukses ditataran penciptaan kosep atau ide, lalu sukses ditahap motivasi dan negosiasi, sukses ditahap pelaksanaan, dan terakhir adalah kesuksesan utama dimana harapan awal telah tercapai dan menjadi kenyataan. (Dokter Wayan Mustika)
  • Sukses itu jika selalu menerapkan jujur, ramah dan rajin. (Ayah )
  • Sukses adalah dimana apa yang kita cita-citakan dan impikan sudah tercapai dengan baik, sehingga memiliki pendapatan yang cukup atau lebih untuk diri sendiri maupun orang lain atau yang menjadi tujuan hidup kita tercapai. (Yuni Asmaradani)
  • Sukses itu keberhasilan yang didapatkan melalui usaha. (Ratnawati)
  • Sukses ketika kita sudah mencapai impian. Gagal belum tentu kita tidak sukses, karena kegagalan awal dari sukses. Semakin sering gagal, semakin kuat mental kita meraih sukses. (Vironika Sari)
  • Sukses keadaan dimana orang mencapai keberhasilan. (Ria Satyawati)
    Demikian pandangan tentang arti sukses dari kerabat terdekat. Intinya sukses adalah suatu keadaan dimana mencapainya dengan usaha dan keadaan yang kita impikan dapat tercapai dengan baik. Jadi definisi dari SUKSES itu sendiri relatif, karena setiap orang memiliki pandangan tersendiri. Lalu bagaimana arti sukses bagi Anda ?