Welcome To My Blog

Laman

Sabtu, 26 Februari 2011

SISTEM EKONOMI- EKONOMI PASAR-


PENGERTIAN EKONOMI PASAR   


Sistem ekonomi pasar atau liberal adalah sebuah sistem dimana adanya kebebasan baik untuk produsen maupun konsumen untuk berusaha yang didalamnya tidak ada campur tangan pemerintah untuk mempengaruhi mekanisme pasar, jadi semua mekanisme pengaturan harga diserahkan ke pasar (tergantung mekanisme supply dan demand). Umumnya sistem ekonomi liberal di anut oleh negara-negara yang berada di kawasan barat (Amerika dan Eropa) seperti yang paling terkenal adalah negara adi daya Amerika Serikat yang belakangan terkena krisis keuangan. Ekonomi pasar (liberal) adalah teori ekonomi yang diuraikan oleh tokoh-tokoh penemu liberal klasik sepertiAdam Smith atau French Physiocrats Sistem ekonomi liberal tersebut mempunyai kaitannya dengan "kebebasan alami" yang dipahami oleh tokoh-tokoh ekonomi liberal klasik tersebut. Meskipun demikian, Smith tidak pernah menggunakan paham tersebut. Konsep dari ekonomi liberal ialah bergerak kearah suatu sistem ekonomi pasar bebas dan sistem berpaham perdagangan bebas.
Dalam sistem ekonomi ini ada beberapa asumsi yang mesti di penuhi agar sistem ini dapat berjalan seimbang. Asumsi – asumsi itu sebagai berikut :
  1. Jumlah pengusaha banyak
  2. Peluang berusaha sangat luas
  3. informasi untuk berusaha sangat terbuka artinya tidak ada yang di tutup-tutupi jadi semua produsen maupun konsumen mengetahui tentang apa-apa yang terjadi dalam pasar. 
Dalam sistem ini dikenal dengan adanya pasar bebas atau yang paling terkenal adalah pasar persaingan sempurna, maka dari itu asumsi- asumsi di atas sangat perlu di penuhi agar teciptanya suatu perekonomian yang stabil. Namun pada kenyataannyaasumsi-asumsi itu tidak terpenuhi sehingga banyak menimbulkan kesenjangan-kesenjangan diantara masyarakat. Kalau dilihat sepintas sistem perekonomian ini sangat sempurna untuk di terapkan dalam suatu negara karena sudah ada contoh yang jelas dari negara-negara barat yang telah jelas berhasil dan maju dalam hal perekonomiannya, tetapi di balik itu semua ternyata ada suatu kelemahan yang paling mendasar yaitu tentang persaingan itu sendiri dimana dalam system perekonomian liberal ini adanya persaingan bebas yang cenderung mengarah pada pembunuhan usaha apabila tidak bisa bersaing.
CIRI-CIRI EKONOMI PASAR (LIBERAL)

Ciri-ciri dari sistem ekonomi liberal antara lain :
  • Semua sumber produksi adalah milik masyarakat individu.
  • Masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi.
  • Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi.
  • Masyarakat terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan pemilik sumber daya produksi dan masyarakat pekerja (buruh).
  • Timbul persaingan dalam masyarakat, terutama dalam mencari keuntungan.
  • Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar.
  • Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonomi.
  • Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi. 

 KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN EKONOMI PASAR 


Sistem ekonomi pasar selain memilki keuntungan juga mempunyai kelemahan, antara lain :
Keuntungan
Ada beberapa keuntungan dari suatu sistem ekonomi pasar (liberal), yaitu:
  • Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi, karena masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah/komando dari pemerintah.
  • Setiap individu bebas memiliki untuk sumber-sumber daya produksi, yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
  • Timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat.
  • Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi, karena adanya persaingan semangat antar masyarakat.
  • Efisiensi dan efektivitas tinggi, karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari keuntungan.
Kelemahan
Selain ada keuntungan, ada juga beberapa kelemahan daripada sistem ekonomi pasar (liberal), adalah:
  • Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat bilamana birokratnya korup.
  • Masyarakat yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin miskin.
  • Banyak terjadinya monopoli masyarakat.
  • Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu.
  • Pemerataan pendapatan sulit dilakukan, karena persaingan bebas tersebut.

SUMBER:

Sabtu, 19 Februari 2011

SISTEM EKONOMI - Latar Belakang Pemikiran & Konsep Pemikiran Ekonomi Sosialis -

LATAR BELAKANG KONSEP PEMIKIRAN EKONOMI SOSIALIS

Berikut merupakan latar belakang konsep pemikiran 'Ekonomi Sosialis' :

1. Kezaliman yang diderita oleh masyarakat di negara kapitalis, yaitu Eropa dan Rusia karena tidak meratanya kepemilikan individu diantara manusia.
2. Adanya tiga kepentingan kelompok yang menyangkut persamaan secara riil dalam kepemilikkan yaitu:
  • Kelompok yang berpendapat tentang perlunya persamaan jumlah.
  • Kelompok yang berpendapat tentang persamaan komunisme, maksudnya perlu memelihara pendistribusian pekerjaan menurut kemampuan masing-masing.
  • Kelompok yang berpendapat tentang persamaan dalam kepemilikan alat-alat produksi.

KONSEP PEMIKIRAN EKONOMI SOSIALIS

1. Adanya Perencanaan
  • Sosialisme dalam pengambilan keputusan cenderung mengurangi resiko dan ketidakpastian yang terdapat pada masyarakat kapitalis disebabkan persaingan tak terkang.
  • Sosialisme dalam pengambilan keputusan menghindari pemborosan sistem kompetitif.
  • Dalam sosialisme akan terdapat semangat kerjasama dan pelayanan yang lebih baik dengan hilangnya persaingan yang akan digambarkan oleh norma moralitas dan etika baru.
  • Sosialisme dalam pengambilan keputusan (baik Apa dan Berapa Banyak) keputusan yang dihasilkan tidak dapat ditentukan oleh pertimbangan laba.
  • Keputusan tercapai atas dasar kegunaan barang bagi masyarakat.
  • Sebagai ganti tenaga kerja produktif.
  • Maka dari itu dibuatnya perencanaan pusat untuk mengabdi pada kepentingan terbaik bagi masyarakat secara keseluruhan.
2. Distribusi Pendapatan
Distribusi pendapatan dalam sosialis dibedakan menjadi 2 yaitu;

a. Akan membentuk distribusi pendapatan secara lebih merata.
    Kaum sosialos yakin bahwa ketidaksamaan pendapatan yang didasarkan atas perbedaan dalam kesanggupan seperti itu, adalah pantas. Hal itu akan mendorong setiap orang untuk berusaha semaksimum mungkin. sekalipun secara etis hal ini tidak seideal upah yang sesuai dengan kebutuhan, namun dasar upah seperti ini lebih bijaksana.

b.Atas dasar kenyataan bahwa hak milik negara atas alat pokok produksi dapat menghapuskan pendapatan.
   Bunga sewa dan laba diberikan kepada pemerintah. H.D.Dickinson mengemukakan bahwa dalam suatu sistem sosialis tidak terdapat hubungan hakiki antara nilai kerja dan pembayaran sejumlah uang pada seorang pekerja. Oskar Lange percaya bahwa perbedaan gaji akan dapat diabaikan mengingat kenyataan bahwa memilih pekerjaan yang menawarkan yang lebih rendah tapi dengan lebih sedikit gangguan, dapat ditafsirkan sebagai pembeli kesantaian, keamanan, kecocokan kerja dan sebagainya dengan harga yang sama dengan perbedaan antara uang yang diperoleh dalam pekerjaan khusus dan dalam pekerjaan lain.

3. Perusahaan Negara (Organisasi atau Industri )
  • Perbedaannya tidak ada pemilik kapitalis.
  • Hak milik diberikan dengan salah satu cara di tangan massa rakyat.
  • Hak kolektif tidak berlaku bagi semua harta benda yang dimiliki secara pribadi, hanya berlaku bagi alat produksi pokok.
  • Meliputi semua penguasaan tanah besar, hutan, dan endapan barang galian, jalur kereta api, pekerjaan umum lainnya, dan yang lebih penting adalah pabrik.
  • Industri menjadi tempat bergantung masyarakat terdapat bahaya pengisapan kelas buruh oleh kapitalis besar.
  • Kaum sosialis berada dalam tangan kelas buruh untuk memperjuangkan gagasan demokratis industri.
  • Kaum sosialis umumnya percaya bahwa hak milik kolektif dapat ditegakkan dengan cara pemungutan suara, sesudah para pemilih dapat diyakunkan untuk menerima gagasan itu melalui kegiatan pendidikan dan propaganda partai sosialis yang terorganisasi dengan baik.
  • Dalam penekanan mereka pada demokrasi, kaum sosialis juga bertentangan dengan kaum komunis, di Uni Soviet rezimnya merupakan rezim kediktatoran.
4. Persaingan dan Sosialisme
  • Efisiensi produktif tidak ada persaingan
  • Perusahaan kolektif dikaitkan sebagai pemborosan yang tidak efisien. Karena bila tidak, korup perusahaan kolektif pun akan mati karena birokrasi dan peraturan kaku yang rutin.
  • Industry yang bersaing jauh lebih tidak efisiensi daripada yang diyakini oleh para pembelanya.
  • Setiap posisi dalam industry akan tunduk pada percekcokan dan pengaruh terkutuk kehidupan politik.
  • Para penetang sosilisme menyatakan bahwa yang terjadi bukanlah pertambahan produksi dan kondisi ideal yang diharapkan poleh kaum sosialis, namun sebaliknya adalah ketidakefisienan besar-besaran dan kemacetan industri.
  • Beberapa ahli ekonomi mengemukakan bahwa masalah penetapan harga dalam sosialisme akan menghadirkan kesulitan besar karena sosialisme akan mencampuri ekonomi alami yang terkandung dalam sistem harga bersaing.
  • Banyak kaum sosialis sisominasi oleh teori nilai kerja Marx yang keliru, yang telah memperlihatkan bahwa ekonomi kolektif merupakan ekonomi tempat harga-harga yang hanya didasarkan atas kuantitas kerja yang dikehendaki untuk menghasilkan berbagai barang, dengan mengabaikan faktor-faktor sumbangan lain.
5. Insentif Dan Sosialisme
  • Mennghapus pendapatan harta benda yang besar dan mengurangi perbedaan dalam upah, kaum sosialis yakin bahwa mereka akan melaksanakan pemerataan pendapatan yang jauh lebih besar dari yang kini ada.
  • Tidak ada seorangpun yang sangat miskin, dan tidak ada seorangpun yang sangat kaya.
  • Sosialisme akan menghapus unsur insentif yang terdapat dalam kapitalisme.


     SUMBER:

    SISTEM EKONOMI - Prinsip Dasar, Ciri-ciri, Kelemahan dan Kelebihan Ekonomi Sosialis -

    PRINSIP DASAR EKONOMI SOSIALIS

    Dalam sistem ekonomi sosialisme mempunyai beberapa prinsip dasar sebagai  berikut:

    1) Pemilikan Harta oleh Negara
    Seluruh bentuk produksi dan sumber pendapatan menjadi milik masyarakat secara keseluruhan. Hak individu untuk memiliki harta atau memanfaatkan produksi tidak diperbolehkan.

    2) Kesamaan Ekonomi
    Sistem ekonomi sosialis menyatakan, (walaupun sulit ditemui disemua Negara komunis) bahwa hak-hak individu dalam suatu bidang ekonomi ditentukan oelh prinsip kesamaan. Setiap individu disediakan kebutuhan hidup menurut keperluan masing-masing.

    3) Disiplin Politik
    Untuk mencapai tujuan diatas, keseluruhan Negara diletakkan dibawah peraturan kaum buruh, yang mengambil alih semua aturan produksi dan distribusi. Kebebasan ekonomi serta hak kepemilikan harta dihapus. Aturan yang diperlakukan sangat ketat untuk lebih menggefektifkan praktek sosialisme. Hal ini yang menunjukkan tanpa adanya upaya yang lebih ketat mengatur kehidupan rakyat, maka keberlangsungan system sosialis ini tidak akan berlaku ideal sebagaimana dicita-citakan oleh Marx, Lenin dan Stalin.

    CIRI- CIRI EKONOMI SOSIALIS

    Berikut beberapa ciri-ciri dari Ekonomi Sosialis :

    1. Lebih Mengutamakan Kebersamaan (Kolektivisme)
    Artinya masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial, sebagai individu-individu fiksi belaka. Dan tidak adanya pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis.

    2. Peran Pemerintah Sangat Kuat
    Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan. Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara.

    3. Sifat Manusia Ditentukan Oleh Pola Produksi
    Artinya Pola produksi (aset dikuasai masyarakat) melahirkan kesadaran kolektivisme (masyarakat sosialis) dan Pola produksi (aset dikuasai individu) melahirkan kesadaran individualisme (masyarakat kapitalis)

    KELEMAHAN DAN KELEBIHAN EKONOMI SOSIALIS

    Sistem Ekonomi Sosialis mempunyai kelemahan sebagai berikut :

    1) Sulit melakukan transaksi
    Tawar-menawar sangat sukar dilakukan oleh individu yang terpaksa mengorbankan kebebasan pribadinya dan hak terhadap harta milik pribadi hanya untuk mendapatkan makanan sebanyak dua kali. Jual beli sangat terbatas, demikian pula masalah harga juga ditentukan oleh pemerintah, oleh karena itu stabilitas perekonomian Negara sosialis lebih disebabkan tingkat harga ditentukan oleh Negara, bukan ditentukan oleh mekanisme pasar.

    2) Membatasi kebebasan
    System tersebut menolak sepenuhnya sifat mementingkan diri sendiri, kewibawaan individu yang menghambatnyadalam memperoleh kebebasan berfikir serta bertindak, ini menunjukkan secara tidak langsung system ini terikat kepada system ekonomi dictator. Buruh dijadikan budak masyarakat yang memaksanya bekerja seperti mesin.

    3) Mengabaikan pendidikan moral
    Dalam system ini semua kegiatan diambil alih untuk mencapai tujuan ekonomi, sementara pendidikan moral individu diabaikan. Dengan demikian, apabila pencapaian kepuasan kebendaan menjadi tujuan utama dan nlai-nilai moral tidak diperhatikan lagi

    Adapun kebaikan-kebaikan dari Sistem Ekonomi Sosialis adalah :

    1) Disediakannya kebutuhan pokok
    Setiap warga Negara disediakan kebutuhan pokoknya, termasuk makanan dan minuman, pakaian, rumah, kemudahan fasilitas kesehatan, serta tempat dan lain-lain. Setiap individu mendapatkan pekerjaan dan orang yang lemah serta orang yang cacat fisik dan mental berada dalam pengawasan Negara.

    2) Didasarkan perencanaan Negara
    Semua pekerjaan dilaksanakan berdasarkan perencanaan Negara Yang sempurna, diantara produksi dengan penggunaannya. Dengan demikian masalah kelebihan dan kekurangan dalam produksi seperti yang berlaku dalam System Ekonomi Kapitalis tidak akan terjadi.

    3) Produksi dikelola oleh Negara
    Semua bentuk produksi dimiliki dan dikelola oleh Negara, sedangkan keuntungan yang diperoleh akan digunakan untuk kepentingan-kepentingan Negara.



    SISTEM EKONOMI - EKONOMI SOSIALIS -

    EKONOMI SOSIALIS

    Pengertian Ekonomi Sosialis

    Sistem Ekonomi Sosialis adalah suatu Sistem ekonomi dengan kebijakan atau teori yang bertujuan untuk memperoleh suatu distribusi yang lebih baik dengan tindakan otoritas demokratisasi terpusat, dan kepadanya perolehan produksi kekayaan yang lebih baik daripada yang kini berlaku sebagaimana mestinya diarahkan.

    Sistem Sosialis ( Socialist Economy) Sistem Sosialis berpandangan bahwa kemakmuran individu hanya mungkin tercapai bila berfondasikan kemakmuran bersama. Sebagai Konsekuensinya, penguasaan individu atas aset-aset ekonomi atau faktor-faktor produksi sebagian besar merupakan kepemilikan sosial.

    Sejarah Lahirnya Ekonomi Sosialis

    Sistem Ekonomi Sosialis mempunyai tujuan kemakmuran bersama, filosofi ekonomi sosialis adalah
    bagaimana mendapatkan kesejahteraan, perkembangan sosialisme dimulai dari kritik terhadap kapitalisme yang pada waktu itu kaum kapitalisme atau kaum borjuis mendapat legitimasi gereja untuk mengeksploitasi buruh. Inilah yang menjadikan Karl Marx mengkritik sistem kapitalis sebagai ekonomi yang tidak sesuai dengan aspek kemasyarakatan.
    Menurut Karl Max, tidak ada tempat bagi kapitalisme didalam kehidupan, maka upaya revolusioner harus dihancurkan untuk mengahncurkan kapitalisme, alat-alat produksi harus dikuasai oleh Negara guna melindungi rakyat. Kritik Marx atas kapitalisme ini diimplementasikan oelh Lenin dalam bentuk institusi Negara. Pada awal mulanya Lenin mengutarakan beberapa hal yang harus dilakukan untuk mensosialisasikan paham baru kepada masyarakat Rusia setelah jatuhnya pemerintahan lama antara lain : 
                       Pertama, menggunakan propaganda bahwa komunisme adalah partai rakyat. 
                       Kedua, adanya infiltrasi organisasi-organisasi masyarakat, dan 
                      Ketiga, kekerasan, hal itu dilakukan untuk mengembangkan idiologi Lenin dalam masyarakat yang harus dimerdekakan dari penindasan pasar Rusia.

    Adapun ajaran dari Marx dalam bidang ekonomi adalah :
    · Teori nilai lebih
    · Teori pemusatan (consentrate theori)
    · Teori pemupukan
    · Teori pemiskinan
    · Teori krisis
    Kelima teori diatas merupakan suatu rangakaian yang saling berhubungan dan merupakan prediksi tentang “evolusi alamiah” kapitalisme menuju sosialisme.


    Sabtu, 12 Februari 2011

    SISTEM EKONOMI - EKONOMI PANCASILA -

    CIRI- CIRI EKONOMI PANCASILA

    Sistem Ekonomi Pancasila memiliki empat ciri yang menonjol, yaitu :
    1. Yang menguasai hajat hidup orang banyak adalah negara / pemerintah. Contoh hajad hidup orang banyak yakni seperti air, bahan bakar minyak / BBM, pertambangan / hasil bumi, dan lain sebagainya.

    2. Peran negara adalah penting namun tidak dominan, dan begitu juga dengan peranan pihak swasta yang posisinya penting namun tidak mendominasi. Sehingga tidak terjadi kondisi sistem ekonomi liberal maupun sistem ekonomi komando. Kedua pihak yakni pemerintah dan swasta hidup beriringan, berdampingan secara damai dan saling mendukung.

    3. Masyarakat adalah bagian yang penting di mana kegiatan produksi dilakukan oleh semua untuk semua serta dipimpin dan diawasi oleh anggota masyarakat.

    4. Modal atau pun buruh tidak mendominasi perekonomian karena didasari atas asas kekeluargaan antar sesama manusia.

    Dalam Demokrasi Ekonomi yang berdasarkan Pancasila, harus dihindarkan ciri-ciri negatif seperti berikut ini:
    1. Sistem Ekonomi Liberal yang bebas. Artinya, sistem ekonomi yang menumbuhkan eksploitasi atau pemerasan terhadap manusia dan bangsa lain. Dalam sejarahnya, sistem ekonomi liberal yang bebas di Indonesia telah menimbulkan kelemahan posisi Indonesia dalam ekonomi dunia.
    2. Sistem Ekonomi Komando. Artinya, negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan, mendesak, dan mematikan potensi serta daya kreasi unit-unit ekonomi swasta.
    3. Persaingan Tidak Sehat, serta pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu kelompok atau monopoli yang merugikan masyarakat.
        
    Dalam sistem Ekonomi Pancasila perekonomian liberal maupun komando harus dijauhkan karena terbukti hanya menyengsarakan kaum yang lemah serta mematikan kreatifitas yang potensial. Persaingan usaha pun harus selalu terus-menerus diawasi pemerintah agar tidak merugikan pihak-pihak yang berkaitan.
       
    Ekonomi Pancasila mempunyai sistem dan moral tersendiri yang bisa dikenali, dan sifat-sifat sistem serta moral ekonomi Pancasila telah melandasi atau menjadi pedoman aneka perilaku ekonomi perorangan, kelompok-kelompok dalam masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan negara. Sistem serta moral yang dimaksud bersumber pada ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Kelima sila dalam Pancasila menggambarkan secara utuh semangat kekeluargaan(gotong royong ) dalam upaya mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat dan masyarakat Indonesia.
       
    Ekonomi Indonesia lebih menonjol sebagai ekonomi moral bukan ekonomi yang terlalu rasional. Ekonomi Pancasila menjunjung tinggi asas keadilan sosial bagi seluruh rakyat, rupanya apabila harus memilih antara keadilan sosial dan efisiensi, kita akan cenderung mengorbankan efisiensi. Efisiensi sebagai lawan keadilan rupanya analog dengan dilema (trade off) antara pertumbuhan dan pemerataan. Masyarakat Indonesian cukup cepat bereaksi menginginkan pemerataan pada waktu Pelita I berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi, yang kemudian ternyata diikuti meningkatnya ketimpangan ekonomi yang menyolok.
       
    Kiranya jelas bahwa Ekonomi Pancasila harus kita akui sudah melekat pada sistem nilai dan budaya bangsa Indonesia. Meskipun kita secara terbuka ingin mengikis habis sifat-sifar irrasional yang tercermin dalam efisiensi dan produktifitas yang rendah, pada akhirnya kita menghadapi "tantangan" berupa moral ekonomi bangsa yang tidak sepenuhnya bersifat negatif. Dalam hati nurani sebagai bangsa masih selalu terselip perasaan was-was, jika pengambilan pilihan yang semata-mata rasional justru akan merugikan dalam jangka panjang dan akhirnya akan kita sesali.



    Rahardja,Prathama. dan Mandala Manurung, Pengantar Ilmu Ekonomi. Jakarta:Lembaga Penerbit FEUI, 2008

    SISTEM EKONOMI- EKONOMI PANCASILA-

    EKONOMI PANCASILA DITELITI DARI DALAM DAN PELAKSANAAN SILA-SILA PANCASILA DALAM EKONOMI

    Meskipun dasar negara Indonesia adalah Pancasila, namun ironisnya sistem perekonomian yang selama ini berlangsung tidaklah bersumber darinya. Setelah dicengkeram sistem ekonomi komando di era Orde Lama yang bercorak sosialisme, berikutnya perekonomian Indonesia menganut sistem ekonomi pasar yang bercorak kapitalisme di era Orde Baru. Jeratan kapitalisme pun semakin menguat seiring derasnya paham ekonomi neoliberal yang datang melalui agen-agen kapitalisme global seperti World Bank dan IMF setelah Indonesia mengalami krisis moneter.

    Dalam perjalanan republik ini, bisa dikatakan telah terjadi penelikungan sistem ekonomi nasional sehingga Pancasila sebagai dasar negara belum sepenuhnya menjiwai sistem perekonomian negara ini, baik oleh aktor eksternal yang dimotori  oleh World Bank dan IMF maupun oleh aktor internal yaitu pemerintah melalui serangkaian kebijakan ekonominya yang bersifat neoliberal dan kalangan intelektual ekonomi dengan pemikiran-pemikirannya.

    Dalam prakteknya, menurut Mubyarto (Kepala PUSTEP UGM), fakultas ekonomi sebagai gudang pemikiran ilmu ekonomi telah menyumbang 3 dosa dalam pengajarannya yang berperan memperparah marginalisasi Ekonomi Pancasila, yaitu:
    (1)       bersifat parsial dalam mengajarkan ajaran ekonom klasik Adam Smith. Konsep Smith tentang Manusia Sosial (homosocius, tahun 1759) dilupakan atau tidak diajarkan, sedangkan ajaran berikutnya pada tahun 1776 (manusia sebagai homoeconomicus) dipuja-puji secara membabi buta.
    (2)       metode analisis deduktif dari teori ekonomi neoklasik diajarkan secara penuh, sedangkan metode analisis induktif diabaikan. Hal demikian bertentangan dengan pesan Alfred Marshall dan Gustave Schmoller, dua tokoh teori ekonomi neoklasik, untuk memakai dua metode secara serentak laksana dua kaki.
    (3)       ilmu ekonomi menjadi spesialistis dan lebih diarahkan untuk menjadi ilmu ekonomi matematika. Menurut Kenneth Boulding dalam Economic as A Science, ilmu ekonomi dapat dikembangkan menjadi salah satu atau gabungan dari cabang-cabang ilmu berikut: (a) ekonomi sebagai ilmu sosial (social science); (b) ekonomi sebagai ilmu ekologi (ecological science); (c) ekonomi sebagai ilmu perilaku (behavioral science); (d) ekonomi sebagai ilmu politik (political science); (e) ekonomi sebagai ilmu matematika (mathematical science); dan (f) ekonomi sebagai ilmu moral (moral science) 

    Sebagai sebuah gagasan besar, Ekonomi Pancasila sebagai sistem ekonomi bukan-bukan, bukan kapitalisme juga bukan sosialisme, menawarkan harapan berupa sistem perekonomian alternatif yang bersifat komprehensif integral bagi jutaan masyarakat Indonesia demi mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana termaktub dalam Alinea IV Pembukaan UUD 1945.
    Dalam konteks inilah kemudian diperlukan adanya reformasi tidak saja dalam tataran implementasi kebijakan perekonomian selama ini, namun juga transformasi pola pikir dari ekonomi neoliberal yang dominan untuk menjadi lebih berkemanusiaan dan berkeadilan sosial yang dijiwai nilai-nilai Pancasila. Bukan hal yang mustahil jika kelak istilah Hattanomics menjadi ikon Ekonomi Pancasila dan bisa menggeser dominasi perspektif Reagenomics dan Thatcherisme- ikon utama gagasan Ekonomi Neoliberal.

    Pancasila sebagai dasar negara, maka sila-sila yang terdapat pada Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan ekonomi bangsa, negara, dan masyarakat sebagai berikut:
    1. Ketuhanan Yang Maha Esa. Menunjukkan bahwa pola perekonomian digerakkan oleh rangsangan-rangsangan ekonomi, sosial, dan moral yang sangat tinggi, yaitu moral manusia yang beragama sehingga para pelaku ekonomi tidak akan semena-mena karena adanya pengawas tunggal, yaitu Tuhan Yang Maha Esa.
    2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Ada khendak kuat dari seluruh masyarakat untuk mewujudkan pemerataan-pemerataan sosial (egalitarian), sesuai asas-asas kemanusiaan.
    3. Persatuan Indonesia. Prioritas kebijaksanaan ekonomi adalah penciptaan perekonomian nasional yang tangguh. Ini berarti nasionalisme menjiwai setiap kebijaksanaan ekonomi.
    4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Koperasi merupakan sokoguru perekonomian dan merupakan bentuk paling konkrit dari usaha bersama.
    5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Hal ini menunjukkan pada adanya imbangan yang jelas dan tegas antara perencanaan di tingkat nasional dan desentralisasi dalam pelaksanaan kebijaksanaan ekonomi untuk mencapai keadilan ekonomi dan keadilan sosial.

    Aturan main yang diturunkan dari setiap sila dalam Pancasila kita bisa melihat sejauh mana aturan main tersebuttelah bisa ditegakkan dalam masyarakat. Misalnya dalam sila Persatuan Indonesia kita bisa meneliti setiap kasus kebijakan ekonomi yang khendak diambil, apakah akan membantu atau tidak pada peningkatan ketangguhan atau ketahanan ekonomi nasional. lebih spesifik lagi bisa diambil contoh apakah setiap utang baru atau kerja sama ekonomi dengan negara lain bisa membantu atau sebaliknya mengancam ketangguhan dan ketahanan ekonomi nasional.

    SISTEM EKONOMI - EKONOMI PANCASILA -

    EKONOMI PANCASILA


    Pengertian Ekonomi Pancasila 

     

    Ekonomi Pancasila merupakan ilmu ekonomi kelembagaan (institutional economics) yang menjunjung tinggi nilai-nilai kelembagaan Pancasila sebagai ideologi negara, yang kelima silanya, secara utuh maupun sendiri-sendiri, menjadi rujukan setiap orang Indonesia. Jika Pancasila mengandung  5 asas, maka semua substansi sila Pancasila yaitu (1) etika, (2) kemanusiaan, (3) nasionalisme, (4) kerakyatan/demokrasi, dan (5) keadilan sosial, harus dipertimbangkan dalam model ekonomi yang disusun. Kalau sila pertama dan kedua adalah dasarnya, sedangkan sila ketiga dan keempat sebagai caranya, maka sila kelima Pancasila adalah tujuan dari Ekonomi Pancasila. 

     

    Disinilah perlunya menengok ulang pemikiran Adam Smith yang 17 tahun sebelum menulis karyanya Inquiry Into The Nature and Causes of The Wealth of Nations (1776) yang kemudian menjadi “kitab suci” ideologi kapitalisme, telah menulis The Theory of Moral Sentiments (1759). Di dalam karya terdahulunya, terdapatlah ajaran asli Bapak Ilmu Ekonomi ini bahwa ilmu ekonomi sama sekali tidak bisa lepas dari faktor-faktor etika dan moral. Dalam buku ini, Smith mencoba mengembangkan ilmu ekonomi yang tidak saja bermoral namun juga mendesain aspek kelembagaannya. Dari sinilah keberadaan Ekonomi Pancasila paralel dengan pemikiran Smith.

               

    Menurut Boediono (mantan Menkeu RI), sistem Ekonomi Pancasila dicirikan oleh lima hal sebagai berikut:
    (1)       Koperasi adalah sokoguru perekonomian nasional
    (2)       Manusia adalah “economic man” sekaligus “social and religious man”.
    (3)       Ada kehendak sosial yang kuat ke arah egalitarianisme dan kemerataan sosial.
    (4)       Prioritas utama kebijakan diletakkan pada penyusunan perekonomian nasional yang tangguh.
    (5)       Pengandalan pada sistem desentralisasi dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan ekonomi, diimbangi dengan perencanaan yang kuat sebagai pemberi arah bagi perkembangan ekonomi seperti yang dicerminkan dalam cita-cita koperasi.