Welcome To My Blog

Laman

Jumat, 30 September 2011

WALAUPUN MINORITAS, SEMANGAT TETAP MAYORITAS

WALAUPUN MINORITAS, SEMANGAT TETAP MAYORITAS
            

           UKMHG ( Unit Kegiatan Mahasiswa Hindu Universitas Gunadarma). Ya mungkin nama UKM ini tidak sebooming dan eksis seperi UKM-UKM yang ada di Universitas Gunadarma, seperti rohis. Walaupun namanya yang jarang terdengar di kalangan mahasiswa, namun eksistensinya masih tetap diakui. UKMHG baru aktif dan bergelora kembali sekitar tahun 2009 yang dahulunya sempat fakum.
            Kelompok perkumpulan ini memiliki anggota yang tidak begitu banyak, tahun-tahun kemarin pun UKM hanya berabggotakan lebih kurang 15 orang. Tahundemi tahun terus berlalu, dan jumlah anggota pun semakin lama semakin menunjukkan perkembangan yang baik. Untuk tahun 2011 ini, pada saat acara PPSPPT UKMHG mendapatkan mahasiswa baru lebih kurang 24  orang, ini merupakan jumlah dari mahasiswa di daerah Depok dan Kalimalang. Mungkin sebagian orang mengatakan ini masih tergolong sidkit, namun bagi UKM ini, ini perkembangan yang baik.
            Dari sisi kegiatan, UKMHG sering mengikuti seminar, tournament. Contohnya seminar di Tri Sakti, mengikuti tournament futsal di Universitas Indonesia. Selain mengikuti tournament, UKMHG juga mengadakan kegiatan-kegiatan rohani, seperti mengadakan kelas Bhagavad Gita, dan malam keakraban (makrab) yang dilaksanakan di PURA GUNUNG SALAK BOGOR. UKM melaksanakan acara ini bersama mahasiswa baru, acara ini dilakukan bertujuan dari yang sudah kenal menjadi kenal, yang belum kenal menjadi kenal. Yang tujuan intinya, semua anggota UKM dapat saling membaur, memiliki rasa tanggung jawab, kesetiakawanan, dan solidaritas yang tinggi.
            Berbagai acara yang kita semua lakukan disini, mulai dari sembahyang bersama, mengadakan games, saling sharing satu sama lain dan lain-lain. Sungguh mengesankan moment –moment itu tepatnya pada tanggal 17-18 September 2011. Mudah-mudahan UKMHG tetap jaya, aktif dan eksistensinya masih pantas di akui. Maju dan berkembanglah UKMHG, walau hanya kalangan minoritas kita harus tetap semangat dan bisa saling menghormati satu sama lain. Jaya terus UKMHG….

Minggu, 25 September 2011

KAKEK YANG TEGAR, MENETESKAN AIR MATA


KAKEK YANG TEGAR, MENETESKAN AIR MATA

Air mata menetes tak tertahankan…
Seorang Kakek yang Ku kenal, yang bersikap bijaksana, tegas, menetesakan air mata  melihat teman hidupnya terbujur kaku…
Teman hidupnya berpulang selamanya..
Saat lemah, Kakek selalu ada di sisi Nenek…

Begitu besar perhatian Kakek untuk Nenek, dari hal makan, obat-obatnya, semua hal yang berhubungan dengan Nenek, Kakeklah yang bertanggung jawab..
Semua itu telah berakhir..
Tiada lagi perhatian untuk teman hidupnya..
Hanya meninggalkan sebuah kenangan indah,,
Nenek meninggalkan Kita semua..
Air mata terus berlinang membasahi mata dan pipi…
Mengiringi kepergian teman hidup tercinta..
Kakek menyayangi Nenek, Sayapun juga menyayangi Nenek..
Tetaplah tegar My Grandfather..

KEWAJIBANKU SEBAGAI SEORANG CUCU


KEWAJIBANKU SEBAGAI SEORANG CUCU
            
           Tepat sebulan Alm.Nenek (I Gusti Ayu Murtini) meninggalkan Saya dan seluruh keluarga besar. Perasaan sedih masih terasa, namun seiring berlalu hari demi hari, waktu demi waktu yang Saya dan kelaurga besar lalui semuanya bisa terobati dan kembali seperti sediakalanya.
            Keadaan dirumah begitu terasa bertambah sepi, yang tinggal hanya Saya dan Kakek. Sedangkan keluarga besar telah kembali ke Bali. Untuk mengusir semua kesepian hiburan satu-satunya yang Saya dan kakek dapatkan dengan menonton televise. Yaa, semenjak kepergian Alm.Nenek tanggung jawab Saya sebagai seorang cucu semakin bertambah. Semasih Nenek bernafas, tugas dan tanggung jawab yang saya terima tidak begitu banyak. Saya tidak pernah memasak, karena Alm.Nenek selalu membeli lauk matang di Pasar Minggu, semua begitu terasa praktis dan gampang, yang Saya kerjakan pada waktu itu hanya menyapu, mengepel, setrika dan menyuci baju. Sekarang keadaanpun berubah, Saya mulai memasak untuk Kakek, menyiapkan makanan untuk Kakek dan diri saya sendiri. Mulai dari berbelanja di pasar hingga mengolahnya menjadi sajian yang siap untuk dihidangkan. Saya harus pintar-pintar membagi waktu, mana waktu untuk menyelesaikan pekerjaan, waktu untuk kampus dan beristirahat.
            Jadwalnya semakin padat, tapi Saya tidak akan pernah menyesal dan mengeluhkan ini semua.Perasaan senanglah yang muncul. Senang sekali bisa melaksanakan semua kewajiban ini. Tidak harus ada lagi yang Saya keluhkan, Saya begitu yakin memang inilah yang terbaik untuk diri Saya. Hikmah yang Saya dapatkan adalah Saya diajarkkan bagaimana mengerjakan sesuatu dengan perasaan senang hati. Seberat atau sebanyak apapun pekerjaan yang akan kita kerjakan nantinya. Pasti perasaan suka cita akan kita rasakan. Nikmatilah semua tugas, kewajiban, dan apapun itu yang datang untuk kita. Karena itu semua adalah Karunia, KaruniaMu yang tak terhingga Tuhan..

Kamis, 22 September 2011

MENGHARGAI PERBEDAAN KEHIDUPAN


‘MENGHARGAI PERBEDAAN KEHIDUPAN’

Laki-laki dan perempuan..
Tua dan muda..
Pintar dan bodoh..
Rajin dan malas..
Kaya dan miskin..
Ulet,tekun,teliti dan ceroboh..
Pembohong dan jujur..
Hitam dan putih..
Panjang dan Pendek..
Lurus dan Keriting..
Jahat dan Baik..
Begitu banyak perbedaan yang kita jumpai..
Namun apa daya, perbedaan terkadang menjadi alasan utama sebuah konflik..
Mengapa hanya seglintir orang yang mampu menghargai arti perbedaan?
Jika semua manusia dapat menghargai perbedaan kehidupan apa yang terjadi?
Ya pasti kita semua mengetahuinya..
Kedamaian, keselarasan, kentraman dan kesejahteraan, itulah yang terjadi..
Hubungan manusia dengan Tuhan akan berlangsung baik..
Hubungan manusia dengan alam semesta berlangsung seimbang..
Hubungan manusia dengan manusia akan berlangsung damai, serasi, selaras dan seimbang..
Hargailah, dan hormati setiap perbedaan itu temukan dan ciptakan kedamaian..

9 BULAN BERTAHAN, AKHIRNYA BERPULANG


“ 9 BULAN BERTAHAN, AKHIRNYA BERPULANG”
           

         Sedih, pikiran mensugesti tak mungkin ini terjadi, mengapa bisa terjadi. Ya itulah yang Saya bayangkan ketika Saya mengetahui Nenek (Ibu dari Ibu saya) divonis terjangkit kanker payudara ‘ganas’ oleh dokter tepatnya tahun 2006. Menjalani pengobatan, operasi, kemoterapi selama berbulan-bulan. Untuk pengobatan pertama dokter menyatakan sukses, bisa dikatakan sembuh dalam arti nenek tetap meminum obat seumur hidup dan satu lagi kemungkinan 4 atau 5 tahun kedepan sel kanker dapat berkembang lagi (kanker kambuh kembali). Tepat apa yang dokter ramalkan, pertengahan tahun 2010 Nenek mengalami sakit(nyeri) pada bekas operasi, sungguh hati ini sedih. Nenekpun kembali menjalani pengobatan, namun kali ini nenek menjalani pengobatan alternative yang disarankan oleh Ibu Saya. Nenek menjalani pengobatan alternate di klinik TCM di daerah Kebayoran Lama. Disana nenek menjalani pengobatan herbal, lebih kurang 90x melakukan infuse. Hati Saya sangat rapuh, terkejut tak menyangka kembali pada saat dokter di klinik menyatakn bahwa stadium kanker telah mencapai stadim lanjut yaitu stadium 4 dan tulang punggung belakang nenek sudah terjangkit. Hasil Ct Scan yang dilakukan di RS.DHARMAIS juga menyatakan paru-paru sebelah kiri Nenek sudah basah (flek), artinya kaker yang ada pada tubuh Nenek telah menyebar hingga paru-paru sebelah kiri, sehingga  nenek begitu sulit untuk bernafas, terkadang berjalan kedapur, ke kamar kecil saja nafas nenenk seperti orang selesai melakukan olahraga yang berat seperti; lari. Padahal jarak untuk kedapur dan kamar kecil tidak jauh, boleh dikatakan sangat dekat. Hamir 9 bulan lamanya nenek menjalani pengobatan di TCM, 4 bulan pertama pengobatan Nenek mengalami perubahan berat badan yang cukup signifikan, yang berat awalnya hanya berkisar 47kg naik menjadi 52 kg. Disinilah ada perasaan lebih tenang dan optimis kalau Nenek dapat sembuh kembali. Namun 3 bulan kemudian, kondisi Nenek emakin menurun, tepatnya kondisi paling drop pada tanggal 21 agustus 2011, padahal ketika itu Nenek baru usai menjalani pengobatan diklinik, namun apadaya ternyata kondisi Nenek menurun drastic, saat itu keadaan nenek dengan nafas yang tersengal-sengal, tak bisa mengucapkan sekatah katapun. Nenek dilarikan ke rumah sakit terdekat yaitu RS ZAHIRAH  untuk mendapatkan bantuan oksigen. Setelah mendapati penganan dari dokter RS ZAHIRAH, dokterpun merujuk kalau Nenek harus di bawa ke RSPAD(Gatot Subroto), karena keterbatasan alat-alat yang mendukung pengobatan penyakit Nenek. Di RSPAD Nenek juga mendapatkan pertolongan oksigen, yang saya dapatkan informasi dari Kakek, kalau pada saat di RSPAD kondisi Nenek tidak sadarkan diri, posisis tubuh Nenek seperti udang (meringkuk). Pada saat itu Saya tidak menemani Nenek, karena harus pulang untuk mengambil perlenkapan yang akan digunakan selama Nenek dirawat inap. Selain diberi bantuan oksigen darurat, nenek mendapatkan penangan ronsen, cek darah. Kondisi Nenek ketika itu sangat tidak baik, nafasnya susah berbicarapun sudah tidak jelas, seperti orang bisu. Hari itu saya merasakan aura Nenek begitu berbeda(seperti orang lain). Namun di dalam hati Saya selalu optimis kalau Nenek pasti akan sembuh. 

        Selama berjam-jam Nenek berada pada ruang IGD dan akhirnya setelah lebih kurang 71/2  jam menunggu, Nenek dipindahkan ke ruang rawat inap bedah dalam sekitar pukul 22.30 WIB. Saya selalu berada disamping Nenek, menemani Nenek. Nenek begitu erat memegang tangan Saya, semalaman pun Nenek tidak tidur, matanya terus berkedip, terbuka meliha aliran ifus yang memang agak tersendat. Tepat pukul 04.30 WIB Nenek baru dapat memejamkan matanya sejenak, terkadang suara plastik diremas pun Nenek sedikit membuka matanya. Saya sedikit lega, berpikir kalau Nenek baru merasakan lelah setelah semalaman tidak tidur. Sebelum Saya berniat tinggalkan pulang ke rumah, Saya menyempatkan diri untuk mengelap badan Nenek, menyuapi Nenek bubur dan mengecup keningnya ketika akan berpamitan pulang kerumah. Tapi itu semua adalah pelayanan terakhir Saya untuk Nenek. Tepat pada tanggal 22 agustus 2011 pukul 09.45 WIB Nenek menutup mata untuk selamanya. Tak akan ada lagi ketika Saya berpamitan kuliah yang mencium kening Saya, Nenek tidak pernah lupa memberikan saya uang jajan, dalam keadaan sakit seperti itu Nenek masih saja menanyakan apakah Nenek telah memberikan uang? Ya Tuhan begitu tulus dan tegar hati Nenek menghadapi in semua. Saya selalu berdoa untuk Nenek, semoga Nenek mendapatkan ketenangan dan kedamaian. Hanya berthan hingga 9 bulan, akhirnya berpulang kembali kepada Yang Maha Kasih. Selamat jalan Nenek, I Will Always love you. 

KASIH SAYANG AYAH DAN IBU SEPANJANG MASA


“KASIH SAYANG AYAH DAN IBU SEPANJANG MASA”

Kasih ayah dan ibuku sepanjang masa…
Tak mengenal ruang dan waktu…
Dari kecil ku dirawat, diberikan sentuhan kasih sayang dan ketulusannya…
Mengajariku bagaimana berjalan, bernyayi, bermain dan membaca…
Hingga hari ini aku dapat melakukannya sendiri..
Ayah Ibu, jasamu yang tak akan bisa kubayarkan dengan apapun, sekalipun itu dengan nyawaku…
Tak mengenal lelah menghadapi beratnya kehidupan ini, untuk memberikanku sepiring nasi…

Ayah Ibu tetaplah berikan aku senyuman ketulusanmu…
Tetaplah berikan akau kasih sayangmu…
Gandenglah tanganku selalu disaat ku terjatuh..
Ayah Ibu dan tetaplah ada disampingku saat ku rapuh dan merindukan kasih sayangmu..
Ayah Ibu kasihmu yang sempurna..
Biarkan aku selalu bisa merasakannya sampai akhir hayatku..
Aku selalu berdoa untukmu, semoga Ayah dan Ibu tetap berada dalam kondisi sehat..
Ayah Ibu kasih sayangmu, penerang jiwaku..
Ayah Ibu kasih sayangmu, kaulah lentera hatiku…
Anakmu tersayang,
Iga Prema Cintya V

HATI YANG TULUS TERSAKITI


‘HATI YANG TULUS TERSAKITI’
           

            Tampak dari judulnya saja sangat menyakitkan jika memang itu yang kita alami. Mencintai seseorang ataupun dicintai seseorang dengan tulus namun kita disakiti dengan pasangan kita sendiri. Inipun juga terjadi pada kehidupan pribadi Saya. Saya tinggal di perumahan militer, terasa begitu biasa saja saat pertama kali menginjakkan kaki di rumah tersebut, namun keadaan menjadi berubah menjadi tak biasa saat Saya berkenalan dan berhubungan dekat  dengan seorang laki-laki yang memang kebetulan anggota militer dan tempat tinggalnyapun tak jauh dari mest Saya. Sebut saja namanya ‘Abang’. Setiap hari saya begitu semangat untuk menjalani aktifitas, karena Abang selalu member dukungan dan mitivasinya. Hampir tak terasa, Saya menjalin hubungan ini selama 8 bulan, pada saat itu juga, mengapa perubahan perasaan datang menghapiri Saya. Saya membuat Abang kecewa. Saya dekat dengan seorang laki-laki lain yang memang pada saat itu saya bisa tiba-tiba begitu merasa nyaman, kita masih dalam iman yang sama, daerah asal yang sama. Tidak lama Saya menjalin kedekatan ini, lebih kurang dalam waktu 2 minggu. Sebelumnya, laki-laki ini juga sudah mengetahui bahwa Saya sedang menjalin hubungan dengan Abang. Namun kita tetap saja masih berkomunikasi baik. Pada suati ketika, hati nurani Saya galau (bingung), Saya ingin mengatakan kenyataan ini pada Abang, namun Saya terlalu takut utuk mengungkapkan semuanya. Tepatnya pada tanggal 20 September 2011 Saya memberanikan diri untuk mengungkapkan semuanya. Reaksinya pasti sudah dapat kita bayangkan, pasangan kita akan kecewa pada diri kita. Inipun juga terjadi pada Abang, Saya menghianati, melukai seseorang yang menyayangi Saya, walaupun saya hanya menjalin hubungan dengan laki-laki itu hanya sebatas teman. Abang begitu kecewa dengan Saya, namun Abang begitu bijaksana, Abang berkata kepada saya; “ Abang menghargai kejujuran Adik(panggilan Abang kepada Saya) bisa saja Adik menutupi ini semua berbulan-bulan sampai akhirnya Abang yang mengetahui sendiri” Sangat bijaksana dan dewasa, Abang begitu menerima kenyataan yang telah terjadi. Abang tetap bisa menerima dan menyayangi Saya. Saya merasa bersalah atas perbuatan yang telah saya lakukan. Terima Kasih Abang juga telah memaafkan kesalahan Saya. Saya berkomitmen tidak akan lagi melakukan hal seperti ini. Bantu jaga perasaan ini Tuhan. Hati yang tulus tersakiti. Janganlah kita pernah menyakiti perasaan orang yang menyayangi kita dengan tulus. cinta kasih mampu mengalahkan apapun :)